6 Februari 2014,
dini hari adalah malam yang berbeda dengan malam-malam sebelumnya bagi satuan Madya
Praja angkatan XXIII. Malam tersebut adalah
salah satu malam istimewa selain malam pembuakaan seleksi fungsionaris atau
biasa disebut dengan pengkaderan. Malam pra pembaretan merupakan kegiatan awal dari
rangkaian kegiatan pembaretan. Kegiatan untuk
melegalkan status Madya Praja sebagai bagian dari Menwa Maharuyung. Kegiatan
Pra pembaretan sendiri merupakan check point awal untuk mengecek ketangkasan, kecepatan,
ketahanan, kesigapan serta mental Madya Praja guna melihat kesiapan Madya Praja
dalam menghadapi pembaretan.
Malam pra
pembaretan diawali dengan suara sirene yang memecah keheningan malam pada pukul
01.30 dimana praja sedang nyenyak nyenyaknya tidur. Disusul dengan teriakan
anggota polpra, komando dan komandan batalyon yang menambah semarak malam itu. Madya
Praja segera bangkit berganti pakaian PDL dan berlari berhambur menuju Daerah
Persiapan Nindya untuk melaksanakan pengecekan awal. Kegiatan berlanjut dengan
lari Madya Praja menuju depan Auditorium untuk melaksanakan apel kegiatan pra
pembaretan.
Wajah pucat
mengantuk menghiasi raut muka satuan Madya
Praja. Namun kemudian berubah manakala pemanasan berlangsung. Semangat mulai
tampak begitu satuan Madya Praja memulai alunan lagu-lagu kelompok mereka. Rasa
kantuk sedikit demi sedikit menghilang yang tersisa hanyalah semangat untuk
melaksanakan kegiatan.
Sekitar pukul
02.30 malam pra pembaretan sudah mencapai penghujung. Kegiatan ditutup dengan
apel yang diambil oleh Bapak Alfandi. Lelah, kantuk bercampur penat Madya Praja akhirnya terbayar lunas. Senyum terkembang menemani perjalanan mereka kembali ke asrama begitu
mendengar pengumuman tidak ada aerobik pagi pada esok harinya.
Bagikan
XXIII The Beginning Night.
4/
5
Oleh
Fatur
